Home / Info Dunia Islam / Bisa Dilakukan Sejah Dini, Inilah 6 Cara Orang Tua Menghargai Anak
bisa-dilakukan-sejah-dini,-inilah-6-cara-orang-tua-menghargai-anak

Bisa Dilakukan Sejah Dini, Inilah 6 Cara Orang Tua Menghargai Anak

Bisa Dilakukan Sejah Dini, Inilah 6 Cara Orang Tua Menghargai Anak

ADA enam cara orang tua menghargai anak. Hal ini bahkan bisa dilakukan sejak ana masih berusia dini.

Dala pengasuhan, orang tua berperan penting untuk membentuk karakter anak dengan menanamkan nilai-nilai mulia dan memberikan teladan. Orang tua harus memberikan dorongan dan semangat kepada anak sehingga mereka tumbuh percaya diri dan mendapatkan haknya.

Dalam buku Fikih Pendidikan Anak karya karya Syekh Mustafa Al Adhawy, disebutkan ada enam hal yang dapat dilakukan orang tua dalam menghargai anak. Berikut 6 hal terkait cara orang tua menghargai anak sejak dini:

Cara orang tua menghargai anak: Mengucapkan salam kepada anak

Dengan salam, rasa kasih sayang dan cinta disebarkan.

Rasulullah bersabda, “Maukah kalian aku beritahu sesuatu, yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR Bukhari dan Muslim)

Mengucapkan salam kepada anak adalah salah satu bentuk tindakan nyata mengikuti jejak Rasulullah. Dengan mengucapkan salam kepada anak  berarti kita telah mengajar kannya akhlak Islam yang luhur dan mulia. Mengucapkan salam kepada anak memberi pengaruh positif terhadap kepribadian dan akhlak anak. Karena itulah Rasulullah melakukan hal itu.

BACA JUGA: Perilaku Jujur dalam Islam dan 3 Cara Menanamkan Sifat Jujur kepada Anak

Cara orang tua menghargai anak: Mendoakan anak ketika bersin. Ajarkan anak etika bersin

Ketika bersin ajarkan ucapan alhamdulillah. Ketika anak mengucapkan hamdalah, orang tua harus mengucapkan yarhamukallah.

Tapi jika anak tidak mengucap hamdalah orang tua tidak perlu mengucapkan yarhamukallah.

Al Bukhari meriwayatkan hadis Anas, ia berkata, “Ada dua orang bersin di dekat Nabi, salah satunya membaca tahmid dan lainnya tidak. Yang tidak mengucapkan tahmid berkata, “Wahai Rasulullah! Engkau mendoakan dia dan tidak mendoakan aku? Rasulullah s.a.w. bersabda, “Orang ini mengucap tahmid tapi engkau tidak mengucap tahmid.”

Cara orang tua menghargai anak: Ajarkan etika menguap pada anak

Al Bukhari meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda,” Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Ketika salah satu dari kalian bersin dan memuji Allah, maka adalah kewajiban setiap muslim yang mendengarnya untuk membacakan yarhamukallah! Sedangkan menguap itu berasal dari setan .

Cara orang tua menghargai anak: Meminta izin anak ketika mengambil barang miliknya

Langkah tersebut di satu sisi membuat anak merasa diperhatikan dan di sisi lain merupakan praktek nyata pengajaran etika Islam pada anak. Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis dari Sahal ibn Sa’ad as Sa’idi, Rasulullah pernah diberi minuman. Beliau pun minum. Di sebelah kanannya ada seorang anak kecil dan di sebelah kirinya orang – orang dewasa. Lalu Nabi berkata pada anak kecil, “Apakah kau mengizinkanku memberi mereka? “Anak itu menjawab, “Tidak, demi Allah! Aku tidak akan mendahulukan bagianku darimu untuk siapa pun. “Kemudian Rasulullah memberikan minuman itu pada anak kecil.

BACA JUGA: Orang Tua Harus Tahu! 10 Cara Membangun Kepercayaan Anak Menurut Islam

Cara orang tua menghargai anak: Ketika orang tua mengambil sesuatu dari anak yang dia sangka itu haknya, coba jelaskan kepadanya sebab tindakan tersebut

Ubay bin Ka’ab pernah menarik seorang pemuda dari shaf shalat. Ketika selesai shalat, pemuda itu menatap ke arah Ubay bin Ka’ab dengan tatapan marah. Kemudian Ubay ibn Ka’ab menjelaskan sebab mengapa ia menariknya: karena Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa anak kecil harus berada di belakang shaf orang dewasa .

Cara orang tua menghargai anak: Mengajak anak bermusyawarah dalam persoalan yang dapat ia cerna

Terkadang  anak memahami suatu permasalahan seperti halnya orang dewasa memahaminya. Allah berfirman:

وَدَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَاهِدِينَ.فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ ۚ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَاعِلِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu.” (QS Al Anbiya: 78-79)

Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. []

Referensi: Fikih Pendidikan Anak, Membentuk Kesalehan Anak Sejak Dini/Karya: Musthafa al-’Adawy/Penerbit: Qisthi Press/Tahun: 2016

Bisa Dilakukan Sejah Dini, Inilah 6 Cara Orang Tua Menghargai Anak

About admin

Check Also

nasibnya-berubah-drastis-setelah-20-tahun-berlalu️-kabar-pemeran-sitkom-legendaris-bajaj-bajuri

NASIBNYA BERUBAH DRASTIS SETELAH 20 TAHUN BERLALU‼️ Kabar Pemeran Sitkom Legendaris Bajaj Bajuri

Penggemar sinetron pasti tak asing lagi dengan serial komedi Bajaj Bajuri. Sinetron yang tayang pertama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *