Home / Info Dunia Islam / Ciri Orang Bodoh dalam Islam
ciri-orang-bodoh-dalam-islam

Ciri Orang Bodoh dalam Islam

SEBAGAI manusia, tentunya kita harus bersosialisasi dengan banyak orang dengan karakter dan tingkat kecerdasan yang berbeda. Namun, tak jarang kita sering menemui orang yang menurut dirinya bahkan sebagian orang lain pintar, padahal sebenarnya ia adalah orang bodoh.

Nah, tahukah kamu siapa sebenarnya orang bodoh dalam Islam?

Abu Darda ra berkata, “Tanda orang bodoh itu ada tiga: pertama, bangga diri (ujub). Kedua, banyak bicara yang tidak ada manfaatnya. Ketiga, melarang orang lain berbuat buruk, tapi ia sendiri malah melakukannya.” (‘Uyuunu Al Akhbaar, karya Ibnu Qutaibah II/39).

Orang sombong

Penentu Kebahagiaan, orang bodoh
Foto: Unsplash

Ciri pertama orang bodoh yaitu orang yang bangga dengan dirinya sendiri, yakni merasa paling hebat, pintar, baik, kaya dibandingkan orang lain. Padahal Rasulullah SAW telah mengancam orang yang sombong ini dalam sabdanya,

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat perasaan sombong meskipun hanya sebesar biji sawi.” (HR. Nasa’i).

Banyak bicara

orang bodoh
Foto: Unsplash

Ciri orang bodoh yang kedua adalah orang banyak bicara yang tidak ada manfaatnya. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik atau diam.” (HR. Bukhari).

Saking pentingnya perintah menjaga lisan ini, Nabi SAW menjamin Surga bagi siapa saja yang mampu bicara baik, “Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari).

Melarang orang lain berbuat buruk, ia malah melakukannya

orang bodoh
Foto: Unsplash

Ciri orang bodoh ketiga adalah melarang orang lain berbuat buruk, tapi ia sendiri melakukannya. Allah SWT telah mengancam orang-orang seperti ini seperti dalam firman-Nya, “Mengapa kalian mengajak orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (akan kewajiban)mu sendiri, padahal kalian membaca Al kitab? Maka tidaklah kalian berfikir?” (QS. Al-Baqarah: 44).

Terkait hal di atas, dalam Shahih Al Bukhari (hadis no; 1356) dari Anas ra ia berkata, “Ada seorang anak Yahudi membantu Nabi Muhammad SAW, ketika anak itu jatuh sakit, Nabi SAW menjenguknya.

Lalu, Nabi SAW duduk disamping kepalanya sambil berpesan: “Masuklah Islam”, anak itu menoleh ke wajah ayahnya minta persetujuan. Maka ayah yang ada disampingnya menjawab, “Taatilah Abul Qasim.” Ayah anak yang Yahudi itu mengizinkan anaknya masuk Islam, tapi ia sendiri masih tetap dalam kekufurannya. Wallahua’lam. []

About admin

Check Also

nasibnya-berubah-drastis-setelah-20-tahun-berlalu️-kabar-pemeran-sitkom-legendaris-bajaj-bajuri

NASIBNYA BERUBAH DRASTIS SETELAH 20 TAHUN BERLALU‼️ Kabar Pemeran Sitkom Legendaris Bajaj Bajuri

Penggemar sinetron pasti tak asing lagi dengan serial komedi Bajaj Bajuri. Sinetron yang tayang pertama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *