Home / Info Dunia Islam / Makmum Masbuq Perlu Membaca Doa Iftitah?
makmum-masbuq-perlu-membaca-doa-iftitah?

Makmum Masbuq Perlu Membaca Doa Iftitah?

Makmum Masbuq Perlu Membaca Doa Iftitah?

MEMBACA doa iftitah atau istiftah, merupakan hal yang disunnahkan saat shalat, baik bagi imam, makmum maupun orang yang shalat sendirian, di rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca ta’awwudz dan surah Al-Fatihah. Lalu bagaimana untuk makmum masbuq?

makmum masbuqAda beberapa perincian keadaan, yaitu:

1. Jika dia (makmum masbuq) mendapatkan imam (si makmum mulai ikut imam dalam shalat jamaah), pada posisi imam tidak sedang berdiri, maka ia tidak membaca doa iftitah.

BACA JUGA: Makmum Tertinggal Imam, Bagaimana Shalatnya?

2. Syaikh Abu Muhammad dalam “At-Tabshirah” menyatakan, kalau makmum takbiratul ihram dan mendapatkan imam sedang berdiri setelah ruku’ (i’tidal), ia juga tidak membaca doa iftitah, tapi membaca “sami’allahu liman hamidah, rabbana lakal hamd…”, dan seterusnya, mengikuti bacaan imam.

3. Jika ia (makmum masbuq) mendapatkan imam dalam posisi berdiri, dan ia tahu bahwa mungkin dan sempat baginya membaca doa iftitah, ta’awwudz dan surah Al-Fatihah, maka ia baca semuanya. Soal makmum masbuq ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Asy-Syafi’i dalam “Al-Umm” dan disampaikan juga oleh ashab (ashabul wujuh).

4. Syaikh Abu Muhammad dalam “At-Tabshirah” menyatakan, dianjurkan mempercepat bacaannya, dan membaca sampai bacaan “wa ana minal muslimin” saja, setelah itu ia diam mendengarkan bacaan imam.

5. Kalau ia (makmum masbuq) tahu bahwa ia tidak akan sempat membaca semuanya (doa iftitah, ta’awwudz dan Al-Fatihah), atau ia ragu bisa membaca semuanya, maka ia tidak usah membaca doa iftitah.

Foto: Islampos

BACA JUGA: Niat Shalat 5 Waktu; Bacaan Makmum dan Imam

6. Jika ia (makmum masbuq) tahu bahwa ia bisa membaca sebagian doa iftitah, beserta ta’awwudz dan Al-Fatihah, namun ia tidak bisa membaca keseluruhan doa iftitah tersebut, maka ia baca sebagiannya saja yang bisa ia baca. Hak ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Asy-Syafi’i dalam “Al-Umm”.

Wallahu a’lam. []

Rujukan: Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Juz 3, Halaman 276, Penerbit Maktabah Al-Irsyad, Jeddah, Saudi Arabia.

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Makmum Masbuq Perlu Membaca Doa Iftitah?

About admin

Check Also

nasibnya-berubah-drastis-setelah-20-tahun-berlalu️-kabar-pemeran-sitkom-legendaris-bajaj-bajuri

NASIBNYA BERUBAH DRASTIS SETELAH 20 TAHUN BERLALU‼️ Kabar Pemeran Sitkom Legendaris Bajaj Bajuri

Penggemar sinetron pasti tak asing lagi dengan serial komedi Bajaj Bajuri. Sinetron yang tayang pertama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *